Klinik & Apotek Silvi Medika

Apa Itu Masker Medis? Kenali Fungsi dan Jenis Masker Medis

Apa itu Masker Medis?
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Email

Banyak yang beranggapan bahwa masker medis hanya bisa digunakan tenaga kesehatan saja. Padahal masker medis boleh digunakan oleh siapa saja yang sedang sakit atau tidak mau tertular airborne disease atau penyakit yang bisa menular lewat udara.

Jenis masker yang dijual di pasar pun bervariasi. Ada masker bedah, masker jenis N, R, dan P. Semuanya punya spesifikasi dan peruntukannya sendiri-sendiri. Akan tetapi, satu hal yang harus diwaspadai adalah kemunculan masker medis palsu yang tidak sesuai standar.

Supaya tidak salah pilih masker medis, ada baiknya Anda membaca artikel ini sampai selesai. Sebab kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai spesifikasi masker medis, ciri-ciri masker palsu, dan cara menangani masker medis setelah digunakan. Selamat membaca!

Pengertian Masker Medis

Masker medis adalah masker yang bertujuan untuk menahan partikel dari dalam tubuh seperti droplet (air liur) saat bersin, napas, atau batuk dan menyaring mikroorganisme dari luar supaya tidak masuk lewat saluran pernapasan.

Masker medis tidak hanya digunakan oleh tenaga medis saja. Masker medis dapat digunakan orang dengan penyakit komorbid, lansia, atau siapa saja yang sedang sakit atau tidak ingin tertular penyakit dari droplet, udara kotor, dan lain sebagainya.

Jenis Masker Medis

Masker medis memiliki banyak jenis jika dibandingkan dengan masker non medis. Namun penggunannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Setidaknya ada 4 masker medis yang dijual di pasaran. Ada apa saja?

Baca juga: 4 Poin Perbedaan Masker Medis dan Masker Non Medis

1. Masker Bedah

Masker bedah adalah jenis masker medis yang umum digunakan petugas medis dan masyarakat. Masker ini terdiri dari 3 lapisan yang anti air dan bisa menyaring udara serta virus dan bakteri. Masker bedah ini termasuk ringan sehingga nyaman digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Harga: IDR 20 ribu – IDR 50 ribu.

2. Masker N95

Masker N95 adalah tipe masker pernapasan. Seperti namanya, masker N95 mampu menyaring 95% kuman dan mencegah partikel PM 2.5 masuk ke tubuh.

Masker N95 sangatlah rapat sehingga tidak cocok digunakan setiap hari. Masker jenis ini sepatutnya digunakan oleh tenaga kesehatan yang menangani pasien dengan penyakit akibat virus berbahaya.

Harga: IDR 30 ribu – IDR 150 ribu.

3. Masker KF94

Masker KF94 adalah masker yang direkomendasikan untuk dikenakan masyarakat oleh WHO saat pandemi Covid-19 melanda. Masker KF94 dianggap bisa menangkal masuknya virus lewat saluran pernapasan karena memiliki sistem Filtering Face Piece (FFP).

Masker KF94 memiliki ciri fisik yang khas. Masker KF94 terdiri dari 4 lapisan masker dan memiliki moncong yang terlihat seperti perisai.

Harga: IDR 15 ribu – IDR 40 ribu.

4. Masker N99

Masker N99 dapat menyaring 99 persen partikel PM 2.5 yang berbahaya. Masker ini memiliki 2 buah katup yang berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara.

Masker N99 jarang digunakan oleh masyarakat umum. Masker N99 lebih sering digunakan para petugas medis saat menangani penyakit-penyakit akibat virus seperti flu, tuberculosis, dan lain sebagainya.

Harga: IDR 15 ribu – IDR 30 ribu.

5. Masker N100

Masker N100 merupakan masker yang paling ampuh di antara jenis masker N lainnya. Masker N100 mampu menyaring 99,97% partikel PM 2.5.

Jenis masker N ini bersifat not resistant to oil atau hanya melindungi Anda dari tipe partikel cairan non minyak misalnya bijih besi, kayu, serbuk sari, dan lainnya. Jadi bisa dibilang masker N100 kurang cocok untuk digunakan masyarakat umum dan tenaga kesehatan.

Harga: IDR 200 ribu – IDR 400 ribu.

6. Masker R95

Masker R95 dapat menjaga pernapasan Anda dari paparan partikel non minyak dan minyak. Masker R95 dapat menangkal 95% partikel bahaya dengan tingkat ketahanan menengah. Masker jenis R dirancang untuk menahan polutan berjenis minyak, termasuk masker R95.

Harga: IDR 750 ribu – IDR 1 juta.

7. Masker R99

Masker R99 adalah jenis masker R yang tidak hanya melindungi dari polutan minyak, tetapi juga melindungi dari virus. Meski polutan minyak jarang ditemukan di lingkungan sehari-hari, namun jika Anda terus terpapar maka dapat mengganggu sistem pernapasan.

Harga: IDR 800 ribu – IDR 1,2 juta.

8. Masker R100

Masker R100 mampu menahan partikel minyak hingga lebih dari 99,97%. Hal ini menjadikan masker R100 sebagai masker paling aman untuk digunakan di area dengan polusi udara dan virus yang cukup tinggi. Masker ini hanya bisa digunakan selama 8 jam.

Harga: IDR 1 juta – IDR 1,3 juta.

9. Masker P100

Masker P100 adalah masker yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan masker medis lainnya. Dengan harganya yang mahal, masker P100 mampu menyaring berbagai jenis cairan termasuk aerosol minyak dan berbagai virus serta bakteri dengan tingkat intensitas 99,97%.

Masker P100 hanya boleh digunakan kurang dari 40 jam atau penggunaan selama 30 hari. Namun ada juga beberapa filter di masker P100 yang bisa diganti tiap 40 jam.

Harga: IDR 600 ribu – IDR 850 ribu.

Tenaga medis menggunakan masker bedah.
Tenaga medis menggunakan masker bedah. Gambar oleh Andrea Piacquadio di Pexels.

Bahan Masker Medis

Masker medis dirancang untuk tetap nyaman digunakan dan tidak membuat pengap. Masker medis tersusun dari material spunbond, meltblown, dan non woven spunbond yang terbuat dari polypropylene atau biji plastik dengan serat panjang.

Untuk layak disebut masker medis, masker berbahan dasar spunbond harus melalui banyak uji laboratorium. Seperti uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Particle Filtration Efficiency (PFE), breathing resistance, dan beberapa uji lainnya.

Ukuran Masker Medis

Ukuran masker medis dibagi ke dalam 2 ukuran, yaitu:

  • Ukuran masker medis anak-anak: 14,5 cm x 12,5 cm.
  • Ukuran masker medis dewasa: 17 cm x 15,5 cm.

Fungsi Masker Medis

Masing-masing jenis masker dirancang untuk kebutuhan tertentu, termasuk masker medis. Masker medis yang terdiri dari beberapa lapisan sangat cocok digunakan untuk mengatasi penyebaran droplet. Selain itu, masih ada fungsi dari masker medis yang patut Anda ketahui:

  • Mengurangi risiko penularan penyakit. Orang yang batuk atau bersin dapat menularkan penyakit seperti Covid-19, TBC, influenza, dan salesma melalui udara. Untuk mencegah penularan, penting menggunakan masker medis yang dapat menyaring partikel kecil dan mengurangi risiko tertular penyakit.
    Baca juga: Apa itu Selesma? Kenali 8 Perbedaan Selesma dan Influenza
  • Mencegah penyebaran droplet. Meskipun sakit, penting untuk menggunakan masker saat beraktivitas sehari-hari agar mencegah penularan penyakit kepada orang lain. Masker medis dapat menghalangi droplet saat berbicara, bersin, atau batuk, sehingga melindungi orang di sekitar Anda selain diri sendiri.
  • Mengurangi paparan polusi. Masker medis tidak hanya penting saat seseorang sakit, tetapi juga bermanfaat dalam melindungi tubuh dari dampak negatif polusi udara saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker medis membantu menyaring udara yang mengandung debu, kuman, dan virus, serta melindungi kesehatan manusia dari efek buruk polusi udara.

Cara Pakai Masker Medis yang Benar

Masker medis bisa membantu Anda terhindar dari cairan atau mikroorganisme berbahaya. Namun fungsi tersebut baru bisa bekerja secara optimal jika Anda menggunakannya dengan benar.

Kementerian Kesehatan RI telah merilis panduan penggunaan masker yang benar sebagai berikut:

  1. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menggunakan masker. Boleh juga menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol;
  2. Gunakan dengan cara memasangkan tali masker ke dua telinga. Pastikan hidung, mulut, dan dagu tertutup seluruhnya;
  3. Tekan bagian atas masker agar mengikuti bentuk hidung.

Cara Pakai Masker Medis untuk yang Berhijab

Masker hijab atau masker headloop digunakan dengan cara menarik tali ke belakang kepala atau atas hijab. Sedangkan jika Anda berhijab tetapi hanya memiliki masker earloop, cara menggunakannya supaya tidak sulit adalah dengan menyatukan 2 tali masker tersebut menggunakan strap mask. Setelahnya masker earloop tadi bisa digunakan seperti masker headloop

Memilih Masker Medis

Masker medis dipilih sesuai dengan kondisi penggunanya. Pertimbangkan ukuran dan bahan penyusunnya supaya masker tetap nyaman digunakan dan efektif dalam menjaga kesehatan.

Masker Medis Anak yang Bagus

Masker medis anak memiliki ukuran yang lebih kecil dari orang dewasa. Model dan desainnya pun dibuat lebih bervariasi supaya anak nyaman menggunakannya. 

Selain melihat bahan penyusun masker, cek juga tali pengaitnya. Pilih masker dengan tali yang lembut sehingga tidak mengiritasi telinga si kecil.

Rekomendasi masker medis anak yang bagus:

  • Sensi Kid’s Duckbill Mask 40’s White
  • Sensi Kid’s Mask Headloop 40’s
  • Pokana Kids Duckbill.
Seorang wanita memasangkan masker medis ke seorang anak
Seorang wanita memasangkan masker medis ke seorang anak. Gambar oleh Ketut Subiyanto di Pexels.

 Masker Medis Hijab yang Bagus

Masker hijab atau masker headloop memiliki fungsi seperti masker medis pada umumnya. Bedanya, masker ini hanya terdiri dari satu tali pengait yang mengelilingi kepala. Penggunaan masker ini sangat praktis sehingga memudahkan wanita berhijab dalam menggunakannya.

Rekomendasi masker medis hijab yang bagus:

  • BOLDe Masker Hijab Medis Platinum Plus 3 Ply
  • Fit-U-Mask Headloop Face Mask
  • 3M Nexcare Daily Hijab Mask

Masker Medis yang Cocok untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Menggunakan masker medis dalam waktu lama bisa membuat wajah berkeringat dan lembab. Belum lagi gesekan antara masker dan wajah dapat mengakibatkan timbulnya jerawat dan peradangan pada kulit yang disebut maskne.

Hingga saat ini belum ada masker medis yang diformulasikan khusus bagi kulit sensitif dan berjerawat. Tetapi jika Anda mengalami masalah kulit tersebut, ganti masker apabila kulit sudah terasa lembab dan berkeringat. Hindari penggunaan makeup tebal dan bersihkan kulit menggunakan pembersih wajah yang cocok dengan kondisi kulit supaya jerawat tidak semakin meradang.

Ciri Masker Medis Palsu

Masker medis yang palsu ternyata bisa berbahaya bagi tubuh. Sebab masker medis yang dibuat tidak sesuai standar bisa membuat droplet atau virus dan bakteri masuk ke tubuh lewat saluran pernapasan dengan mudah.

Cara paling mudah untuk membedakan antara masker medis palsu dan yang asli adalah dengan mengecek izin edar Kemenkes. Jika masker tersebut asli, maka akan izin edarnya akan tercantum pada kemasan dan bisa ditemukan di website infoalkes.kemkes.go.id.

Selain melihat dari izin edar, lakukan pengecekan lain seperti berikut ini:

1. Uji Visual

Uji visual dilakukan untuk melihat jumlah lapisan masker. Cara mengeceknya adalah dengan merobek salah satu masker lalu lihat apakah masker sudah terdiri dari 3 lapisan.

Masker medis khususnya masker bedah setidaknya harus tersusun dari minimal 3 lapisan masker. Lapisan tersebut terdiri dari lapisan luar yang anti air, lapisan microfilter, dan lapisan dalam.

Saat merobek masker, raba juga teksturnya. Masker medis palsu cenderung punya tekstur tipis seperti tisu yang mudah robek.

2. Uji Napas

Seorang dokter asal Singapura melakukan uji napas untuk membuktikan apakah masker medis yang ia gunakan asli atau palsu. Pertama, ia menggunakan masker medis terlebih dahulu. Kemudian ia menyalakan korek api dan berusaha memadamkan api tersebut dengan meniupnya sekuat tenaga.

Apabila api padam, maka bisa dipastikan bahwa masker medis tersebut palsu karena napas ternyata mudah keluar. Sedangkan masker medis asli mampu menyerap napas dan tetesan dari mulut penggunanya sehingga udara sulit untuk menembus lapisan masker.

3. Uji Air

Masker medis didesain waterproof atau anti air. Dengan lapisan anti air, droplet yang Anda keluarkan bisa tertahan dan tidak menulari orang lain.

Untuk melihat apakah masker tahan air atau tidak, lipat masker sehingga bagian luarnya membentuk corong. Lalu tuangkan air ke dalamnya. Jika masker asli, maka masker bisa menahan air supaya tidak merembes.

4. Uji Bakar

Uji bakar dilakukan untuk memastikan bahwa filter masker tidak diisi oleh kertas.

Filter masker medis terbuat dari senyawa plastik seperti polietilen dan polipropilen. Membakarnya akan membuat masker meleleh. Sedangkan jika filter terbuat dari kertas, maka ketika dibakar akan timbul percikan api.

Cara Membuang Masker Medis yang Benar

Masker medis yang telah digunakan oleh masyarakat tidak termasuk limbah medis. Namun tetap saja ada prosedur khusus yang harus Anda lakukan saat membuang masker medis sekali pakai. Kemkes telah menetapkan beberapa langkah cara membuang masker medis yang benar. Berikut adalah caranya:

  1. Lipat masker supaya kuman atau droplet ada di bagian dalam lipatan;
  2. Desinfeksi masker dengan desinfektan, klorin atau cairan pemutih;
  3. Rusak masker dengan cara menggunting tali dan tutupnya;
  4. Segera buang masker ke dalam tempat sampah yang tertutup;
  5. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer.

FAQ Terkait Masker Medis

Apa itu masker medis?

Masker medis adalah masker yang bertujuan untuk menahan partikel dari dalam tubuh seperti droplet saat bersin, napas, atau batuk dan menyaring mikroorganisme dari luar supaya tidak masuk lewat saluran pernapasan.

Apa fungsi masker medis?

Fungsi masker adalah sebagai alat bantu untuk melindungi, mencegah, dan mengurangi risiko penyebaran penyakit dari polusi dan mikroorganisme berbahaya yang masuk melalui saluran pernapasan.

Masker medis terbuat dari apa?

Masker medis tersusun dari material spunbond, meltblown, dan non woven spunbond yaitu kain sintetis yang terbuat dari polypropylene atau biji plastik.

Apakah memakai masker medis bisa menimbulkan jerawat?

Timbulnya jerawat setelah menggunakan masker disinyalir terjadi karena penggunaannya tidak mengganti masker walaupun keadaan wajah atau masker sudah lembab dan penuh keringat.

Penutup

Masker merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk menutup hidung hingga dagu. Fungsinya adalah untuk melindungi tubuh agar tidak menghirup udara kotor, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya.

Ada banyak sekali jenis masker yang memiliki karakteristik dan fungsi masing-masing. Misalnya masker berkode N, R, P yang memiliki efektifitas menghalau partikel PM 2.5 lebih dari 95% cocok digunakan oleh tenaga kesehatan atau orang-orang yang berada di lingkungan yang penuh polusi. Sedangkan masker bedah meski tidak seefektif masker lainnya, masker ini cenderung lebih nyaman digunakan.

Setelah menggunakan masker, ikuti prosedur membuang masker sekali pakai dengan benar. Selain itu, bersihkan wajah secara maksimal agar tidak ada kotoran dari masker yang menempel di kulit sehingga menyebabkan jerawat.

Terima kasih telah membaca artikel ini sampai akhir. Semoga informasinya bermanfaat. Jangan lupa untuk mengunjungi Instagram Klinik Silvi Medika untuk menemukan informasi menarik seputar kesehatan.

Artikel Terkait