Klinik & Apotek Silvi Medika

Susu Kedelai: Kandungan Gizi dan Manfaatnya Untuk Ibu Hamil

Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Hamil
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Email

Kehamilan merupakan fase penting yang dialami oleh seorang ibu. Dengan mengandung, kelak akan lahir anak yang diharapkan tumbuh sehat dan cerdas agar bisa menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.

Sayangnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 terdapat 11,37 persen ibu yang melahirkan anak dengan berat badan kurang dari 2,5 kg atau bisa disebut Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), angka ini naik cukup tinggi dibandingkan pada tahun 2018 yang berjumlah 6,2 persen.

Risiko terbesar dari BBLR adalah stunting atau perawakan pendek. Stunting tidak hanya menghasilkan anak bertubuh pendek, namun secara intelektual kemampuan, produktivitas, kreativitas, dan prestasi di sekolahnya juga rendah.

Kondisi ini bisa terjadi karena ibu kekurangan gizi sejak awal kehamilan. Mereka tidak menyadari bahwa kebutuhan gizi wanita meningkat ketika hamil dibandingkan saat tidak hamil. 

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa rata-rata 15,1 persen ibu hamil di Indonesia tidak tercukupi kebutuhan gizinya. Agar gizi ibu hamil dapat terpenuhi, maka ibu perlu memperhatikan makanan yang ia konsumsi sehari-hari. Salah satu asupan yang dibutuhkan setiap hari adalah susu. Dari sekian banyak susu, susu kedelai bisa menjadi pilihan bagi ibu untuk memenuhi gizi mikro dan makronya.

Apa itu Susu Kedelai?

Susu kedelai adalah produk susu non dairy. Susu kedelai dibuat dari kedelai kering yang direbus kemudian diambil sarinya. Minum susu kedelai bisa jadi alternatif bagi Anda yang alergi dengan protein dan laktosa pada susu sapi.

Selain itu, bagi Anda yang punya gaya hidup vegetarian, namun ingin mencukupi gizi harian tubuh maka minum susu kedelai juga bisa jadi pilihan yang tepat. Hal ini dikarenakan susu kedelai secara alami kaya akan protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Susu kedelai juga memiliki lemak nabati, serat, vitamin, mineral, dan senyawa nabati yang bermanfaat bagi ibu hamil.

Kandungan Gizi Susu Kedelai

tampilan atas foto kedelai di mangkuk dekat gelas minum dengan susu kedelai
Susu kedelai. Gambar oleh Polina Tankilevitch dari Pexels.

Berdasarkan data dari Data Komposisi Pangan Indonesia yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, susu kedelai diketahui kaya akan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda. Berikut adalah kandungan gizi yang ada di 100 g susu kedelai:

Air (Water) : 87.0 g
Energi (Energy) : 41 Kal
Protein (Protein) : 3.5 g
Lemak (Fat) : 2.5 g
Karbohidrat (CHO) : 5.0 g
Serat (Fibre) : 0.2 g
Abu (ASH) : 2.0 g
Tabel 1: Proksimat dalam 100g susu kedelai
Kalsium (Ca) : 50 mg
Fosfor (P) : 45 mg
Besi (Fe) : 0.7 mg
Natrium (Na) : 128 mg
Kalium (K) : 287.9 mg
Tembaga (Cu) : 0.12 mg
Seng (Zn) : 1.0 mg
Tabel 2: Kandungan mineral dalam 100g susu kedelai
Karoten Total (Re) : 200 mcg
Thiamin (Vit. B1) : 0.08 mg
Riboflavin (Vit. B2) : 0.05 mg
Niasin (Niacin) : 0.7 mg
Vitamin C (Vit. C) : 2 mg
Tabel 3: Kandungan vitamin dan komponen lainnya dalam 100g susu kedelai

Susu Kedelai vs Susu Sapi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, susu kedelai bisa menjadi alternatif pengganti susu sapi bila Anda alergi atau terdapat faktor penghambat lainnya. Tetapi, sebenarnya mana yang lebih baik, susu kedelai atau susu sapi?

Dilansir Time, susu sapi masih menjadi sumber protein, lemak, dan karbohidrat yang paling lengkap dan seimbang. Di sisi lain, banyak penelitian yang membuktikan bahwa kandungan nutrisi susu kedelai juga tak main-main, bahkan sebanding dengan susu sapi.

Susu Sapi

Kelebihan Susu Sapi

  • Susu sapi mengandung protein esensial, kalori ekstra dari lemak, vitamin, dan mineral.
  • Nilai kalsium pada susu sapi termasuk tinggi, sehingga cocok dikonsumsi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Kekurangan Susu Sapi

  • Susu sapi murni tinggi kolesterol.
  • Beberapa orang alergi terhadap protein dan laktosa yang terkandung dalam susu sapi.

Susu Kedelai

Kelebihan Susu Kedelai

  • Rendah kolesterol.
  • Protein pada susu kedelai hampir setara dengan susu sapi, sehingga bisa jadi sumber protein bagi Anda yang alergi laktosa dan protein dari susu sapi atau seorang vegetarian.

Kekurangan Susu Kedelai

  • Beberapa jenis kedelai yang diolah menjadi susu berasal dari tanaman hasil rekayasa genetika, hal ini menjadi perhatian bagi beberapa orang.
  • Ada penelitian yang menyebutkan bahwa isoflavon dalam susu kedelai bisa menyebabkan migrain ringan.

Manfaat Susu Kedelai Bagi Ibu Hamil

seorang wanita duduk di sofa abu-abu memegang segelas susu kedelai
Ibu hamil sedang mengenggam segelas susu. Gambar oleh Matilda Wormwood dari Pexels

Minum susu kedelai dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit dan kolesterol. Karena kandungan nutrisinya yang tak jauh beda dengan susu sapi, susu kedelai pun dianjurkan untuk dikonsumsi segala kalangan termasuk ibu hamil. Berikut ini adalah 7 manfaat susu kedelai bagi kesehatan ibu hamil:

1. Memelihara Kesehatan Tulang dari Osteoporosis

Keberadaan kalsium dan vitamin D pada susu kedelai bisa membantu menjaga tulang dari pengeroposan tulang atau osteoporosis. Osteoporosis seringkali dialami oleh ibu hamil karena kalsium di tubuh ibu digunakan untuk membantu proses perkembangan janin. Tidak hanya berhenti selesai melahirkan, risiko osteoporosis juga masih bisa terjadi pada ibu menyusui.

2. Membantu Melancarkan Pencernaan

Tiap produk kedelai termasuk susu kedelai memiliki isoflavon. Isoflavon bermanfaat untuk membantu usus menyerap makanan. Selain itu, serat dalam kedelai juga bisa membuat kotoran di usus menjadi lebih padat. Sehingga perpaduan antara isoflavon dan serat pada susu kedelai akan membuat ibu hamil terbebas dari sembelit, wasir, dan masalah pencernaan lainnya

3. Mengurangi Kadar Kolesterol Jahat

Pada trimester kedua dan ketiga, kolesterol pada ibu hamil akan meningkat. Anda tidak perlu panik karena hal ini wajar selagi kadar kolesterol tidak melebihi 240 mg/dL. Meski begitu, ibu tetap harus menjaga kestabilan kolesterol dengan mengonsumsi susu kedelai yang kaya akan protein.

Protein dalam kedelai tersusun atas molekul-molekul asam amino yang bermanfaat untuk mengendalikan kolesterol dan mencegah datangnya penyakit kardiovaskular. Mekanisme penurunan kolesterol terjadi karena protein meningkatkan sekresi asam empedu dan menghambat absorbsi kolesterol yang didapat dari makanan. Sehingga kolesterol total dalam tubuh pun dapat diturunkan.

4. Mencegah Kerusakan Hati

AFLP (Acute Fatty Liver of Pregnancy) adalah penyakit yang bisa dialami ibu hamil, meskipun kasus ini jarang terjadi. AFLP sendiri disebabkan oleh penumpukan lemak sebanyak 5-10 persen di organ hati.

Untuk menghindari AFLP maka Anda bisa mengonsumsi susu kedelai yang mengandung antioksidan disertai dengan mengurangi makanan yang tinggi lemak. Antioksidan bisa memberikan efek positif untuk mencegah kerusakan hati dan stress oksidatif di dalam tubuh.

5. Memelihara Daya Tahan Tubuh

Ternyata, kondisi hamil bisa menurunkan sistem imun pada tubuh ibu. Padahal jika imun tubuh turun, ibu akan mudah sakit dan akhirnya berpengaruh pada kondisi janin.

Nah, kandungan seng dalam susu kedelai diyakini dapat meningkatkan imun atau sistem kekebalan tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine mengungkapkan bahwa seng punya peran sentral dalam sistem kekebalan tubuh dan orang yang kekurangan seng lebih rentan mengalami penyakit akibat infeksi berbagai patogen.

6. Menyehatkan Kulit

Masalah kulit adalah masalah yang umum dialami ibu hamil. Mulai dari kulit gatal, ruam, dan bagian lipatan menjadi menghitam. Selain harus dirawat dari luar, kulit juga perlu dirawat dari dalam melalui zat kolagen.

Jenis kacang-kacangan seperti kedelai terkenal akan kandungan kolagen di dalamnya. Kolagen berfungsi untuk memperbaiki tekstur kulit dari dalam tubuh. Dengan mengonsumsi susu kedelai, maka kulit akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari peradangan serta iritasi.

7. Mencegah Anemia

Anemia adalah penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada ibu hamil. Penyebab anemia pun beragam, salah satunya adalah karena defisiensi vitamin B12 yang bisa menyebabkan tubuh kesulitan memproduksi sel darah merah. Atau jika bisa diproduksi, maka sel darah merah pun akan berukuran sangat besar tapi tidak bisa berfungsi secara maksimal untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Untuk mengatasi anemia defisiensi vitamin B12, maka Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 seperti susu kedelai.

Baca juga: 5+ Makanan yang Mengandung Vitamin D

Penutup

Di dalam susu kedelai terkandung banyak nutrisi penting seperti protein, seng, vitamin B12 , dan masih banyak lagi. Banyaknya nutrisi pada susu kedelai menjadikannya sebagai minuman sehat yang memiliki banyak manfaat.

Bagi ibu hamil, minum susu kedelai sangat dianjurkan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang bisa berpengaruh bagi janin dan si ibu sendiri. Meskipun begitu, konsumsi susu kedelai tidak serta merta jadi satu-satunya sumber gizi. Ibu hamil tetap harus mengonsumsinya dalam batas normal disertai makan dalam porsi seimbang dan melakukan olahraga ringan agar tubuh tetap sehat.

Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai akhir, semoga informasinya bermanfaat. Berbagai informasi menarik lain seputar kesehatan juga bisa Anda dapatkan di Instagram Klinik Silvi Medika.

Artikel Terkait