Klinik & Apotek Silvi Medika

Cara Mengatasi Rambut Rontok, Pencegahan dan Perawatannya

Cara Mengatasi Rambut Rontok
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Email

Kerontokan rambut atau alopecia sebenarnya umum terjadi. Jumlah rambut yang mencapai 100.000 helai membuat rambut yang rontok 50 sampai 100 helai per hari masih dianggap normal.

Namun, sebagai “mahkota kepala”, rambut yang rontok bisa mempengaruhi kenyamanan. Bayangkan setiap bangun tidur Anda melihat rambut rontok yang menempel di bantal, menghambat saluran air saat mandi, dan membuat sisir jadi kusut.

Membiarkan rambut rontok juga akhirnya membuat volume rambut menipis. Anda pun bisa jadi kurang percaya diri karena terlihat botak di beberapa bagian kulit kepala.

Ada banyak faktor penyebab yang melatarbelakangi rontoknya rambut, mulai dari efek obat, kurang gizi, sampai gangguan hormonal.

Artikel ini sangat cocok dibaca jika Anda mengalami masalah rambut rontok, sebab akan dijelaskan juga cara pencegahan dan perawatan agar rambut makin kuat. Mari baca sampai habis!

Penyebab Rambut Rontok

Kerontokan rambut dapat berdampak pada penipisan rambut sampai kebotakan total. Terjadinya rontok sendiri bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Ada faktor genetik, gaya hidup, dan hormon.

Penyebab Rambut Rontok pada Pria

Kerontokan rambut pada pria bisa terjadi pada awal usia 20 tahun-an. Apalagi pada usia 50 tahun, lebih dari separuh pria putih sudah menunjukkan volume rambut yang tipis dan kebotakan.

1. Merokok

Berdasarkan data Republika, dari 70,2 juta orang dewasa di Indonesia terdapat 34,5% perokok dan 65,5% di antaranya adalah pria. Artinya, 3 dari lima 5 Indonesia adalah perokok.

Seperti yang Anda tahu, merokok dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti impotensi, kanker, penyakit jantung, dan rambut rontok.

Merokok mendorong pelepasan sitokinin yang menyebabkan peradangan dan luka pada folikel rambut. Bekas luka inilah yang bisa membuat rambut jadi lebih rapuh dan mudah rontok.

Merokok juga dapat menyebabkan kadar estrogen rendah. Efeknya, siklus pertumbuhan dan kesehatan rambut jadi terganggu.

2. Keberadaan Hormon Dihidrotestosteron (DHT)

Kebotakan pada pria bisa disebabkan oleh kombinasi genetik dan sirkulasi hormon dihidrotestosteron (DHT). Berbeda dengan hormon testosteron yang berpengaruh terhadap ketebalan rambut, hormon DHT justru sebaliknya.

Hormon DHT bisa meningkat ketika terjadi peningkatan reseptor androgen di folikel rambut. DHT berpengaruh terhadap ukuran folikel rambut yang mengecil sehingga membuatnya kering, rapuh, dan rontok.

3. Terlalu Sering Pakai Gel Rambut

Jika Anda pria, pasti meyakini bahwa model rambut akan berpengaruh terhadap penampilan wajah. Tak jarang segala cara dilakukan untuk mendapatkan gaya rambut sekeren mungkin, termasuk menggunakan gel rambut.

Padahal gel rambut mengandung bahan kimia berbahaya berupa Propylene Glycol (PG) yang dapat merusak struktur rambut. PG berefek pada pecahnya protein pada kulit rambut sehingga dapat membuatnya kering dan kusut.

Apabila digunakan terus menerus, kulit kepala akan mengalami dehidrasi yang memicu ketombe. Kulit kepala kering yang berwarna putih ini bisa menutup folikel rambut dan membuat rambut rontok.

Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

Wanita adalah kelompok risiko yang rentan mengalami rambut rontok. Rambut wanita yang umumnya panjang bisa mengganggu kenyamanan apabila rontok terus menerus. Kerontokan pada wanita lumrah terjadi jika ia sedang berada di beberapa fase ini.

1. Baru Melahirkan

Saat hamil, hormon pada perempuan menjaga agar rambut tidak rontok dan bahkan membuatnya tampak tebal. Tapi setelah melahirkan, Anda akan kehilangan hormon penyubur rambut.

Tidak heran jika pasca melahirkan ibu akan mengalami kerontokan rambut yang berlebihan. Jumlah rambut yang rontok akan memuncak pada 4 bulan setelah melahirkan.

Tapi tenang saja, menurut American Academy of Dermatology Association rambut ibu akan kembali tumbuh sekitar 1 tahun kemudian. Jika pertumbuhan terhambat, Anda bisa mencari pengobatan atau perawatan untuk menyuburkan rambut.

2. Gaya Rambut

terlalu sering mencatok rambut bisa membuat rambut rontok.
Terlalu sering mencatok rambut bisa membuat rambut rontok. Gambar oleh freepik di Freepik.

Rambut wanita yang panjang bisa ditata sedemikian rupa. Mulai dari dicat warna-warni, dikeritingkan, dicatok, dan lain sebagainya.

Sebenarnya hal tersebut sah-sah saja, sebab hal tersebut bisa meningkatkan rasa percaya diri. Kesalahan yang umum dilakukan setelah over styling adalah tidak merawat rambut tersebut.

Bahan kimia dari cat rambut dan suhu panas dari alat styling bisa saja merusak batang rambut yang menyebabkan kerontokan. Jadi, usahakan untuk menggunakan vitamin rambut dan styling gel guna mencegah rambut rontok.

3. Menopause

Menjelang menopause Anda akan merasakan perubahan pada tubuh, salah satunya adalah kondisi rambut yang mudah rapuh dan rontok.

Rontoknya rambut disinyalir terjadi karena selama menopause kadar estrogen dan progesterone turun. Perubahan hormon ini banyak menimbulkan masalah kesehatan bagi wanita yang berakibat pada menurunnya kalsium sehingga membuat folikel rambut yang menyusut. Jika sudah begitu, rambut akan mudah rontok dan wanita menopause akan merasakan rambut mereka jadi lebih tipis.

Penyebab Rambut Rontok pada Remaja

Masalah rambut rontok dapat dialami remaja. Mereka pun akan merasa kurang percaya diri dan terganggu jika rambut rontok saat sedang beraktivitas. Setidaknya ada tiga penyebab rambut rontok pada remaja.

1. Pubertas

Pubertas menyebabkan hormon naik turun sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan rambut. Saat awal pubertas, kerontokan rambut akan mulai terjadi dan bisa berkembang seiring waktu.

Kerontokan rambut bisa terjadi pada remaja wanita ataupun pria. Untuk mengatasi masalah hormon, usahakan untuk selalu memenuhi gizi dan menjalankan pola hidup sehat.

2. Tidak Dapat Cukup Nutrisi

Tubuh yang tidak mendapatkan cukup nutrisi berkontribusi pada kerontokan rambut. Ini sebabnya mengapa beberapa remaja dengan gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia mengalami kerontokan rambut parah.

Selain itu, gaya hidup remaja yang gemar makan junk food atau makanan cepat saji juga dapat membuat rambut jadi rontok. Sebab, meski lezat gizi pada junk food sebenarnya tidak lengkap. Makanan cepat saji tinggi kandungan gula, garam, dan lemak yang tentu menyebabkan peningkatan risiko penyakit kronis.

3. Tidak Merawat Rambut

Remaja awal cenderung masih cuek dalam merawat tubuhnya. Sebab sedari kecil mereka tidak pernah melakukan perawatan tubuh dan rambut sendiri.

Padahal saat masa puber, banyak hal berubah dari tubuhnya. Rambut mereka mungkin jadi lebih berminyak, kering, dan lain-lain. Agar tidak jadi masalah, orang tua bisa mengarahkan anak untuk melakukan perawatan sederhana. Misalnya keramas dengan sampo yang sesuai agar terhindar dari rambut rontok.

Ciri-Ciri Rambut Rontok Karena Penyakit

Rambut rontoh bisa terjadi karena berbagai hal termasuk penyakit. Dilansir Mayoclinic, terdapat ciri-ciri rambut rontok yang disebabkan oleh penyakit yang patut Anda waspadai:

  1. Alopecia areata ditandai dengan kerontokan rambut yang menimbulkan kebotakan berbentuk lingkaran. Biasa terjadi di kulit kepala, janggut, dan alis. Kulit akan merasakan rasa gatal atau nyeri sebelum rambut rontok.
  2. Stres atau syok dapat membuat rambut rontok dalam jumlah banyak meski hanya disisir atau dicuci secara halus.
  3. Kerontokan rambut di seluruh bagian tubuh dialami oleh pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
  4. Kurap pada kulit kepala akan meninggalkan bercak bersisik pada kulit kepala yang disertai kemerahan, bengkak, dan rambut rontok.

Cara Mencegah Rambut Rontok

Rambut rontok dapat dicegah dengan meminimalkan stress, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan merawat rambut dengan produk perawatan rambut yang sesuai. Kerontokan rambut akibat infeksi jamur bisa dicegah dengan menjaga kebersihan rambut dan tidak pernah pinjam meminjam topi, sisir, atau handuk milik orang lain.

Perawatan Rambut Rontok

Keberadaan rambut rontok sering kali mengganggu aktivitas dan menurunkan percaya diri. Kalau bukan karena penyakit, ada serangkaian perawatan rambut yang bisa Anda gunakan untuk merawat rambut agar terhindar dari kerontokan.

1. Sampo Rambut Rontok

Perawatan rambut rontok tidak harus dilakukan di salon-salon mahal. Anda cukup keramas menggunakan sampo rambut rontok yang bisa dibeli di toko atau supermarket terdekat.

Sampo rambut rontok sendiri punya komposisi yang berbeda dengan sampo untuk perawatan rambut berwarna, berketombe, atau lepek.  Pilih sampo rambut rontok yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang mampu menguatkan akar rambut dan menyehatkan kulit kepala.

2. Kondisioner untuk Rambut Rontok

Perawatan rambut rontok bisa dilakukan dengan menggunakan kondisioner setelah keramas. Kondisioner memiliki formulasi untuk melembabkan dan memperbaiki jaringan rambut.

Cara pakainya mudah. Anda tinggal mengusapkan kondisoner dari bagian tengah sampai ujung rambut, hindari mengusap kondisioner hingga kulit kepala.

3. Serum Rambut Rontok

Serum rambut adalah salah satu hair care yang wajib Anda gunakan bila mengalami masalah kerontokan rambut. Serum umumnya kaya akan vitamin A dan E dan ekstrak ginseng yang dipercaya dapat merangsang pertumbuhan rambut.

Sebelum membeli serum rambut, cek kandungannya terlebih dahulu. Tidak ada salahnya memilih serum rambut dengan banyak tambahan nutrisi, misalnya ekstrak tumbuhan atau zat aktif lainnya untuk membuat rambut jadi tampak lebih sehat.

4. Vitamin Rambut Rontok

Vitamin tidak hanya dikonsumsi secara oral, tapi juga bisa digunakan di bagian luar tubuh seperti rambut. Keberadaan vitamin rambut pas sekali digunakan untuk merawat rambut yang mudah rapuh dan rontok.

Vitamin rambut rontok memiliki kandungan multivitamin yang diformulasikan untuk membantu menutrisi setiap helai rambut. Anda hanya perlu mengusap atau menyemprot vitamin rambut di batang rambut karena vitamin akan menyerap hingga ke akar rambut dengan sendirinya.

5. Toner untuk Rambut Rontok

dokter mengaplikasikan toner untuk merawat rambut rontok.
Dokter mengaplikasikan toner untuk merawat rambut rontok. Gambar oleh freepik di Freepik.

Rambut rontok terjadi karena folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut mengecil sehingga rambut sulit bertahan dalam jangka waktu lama. Untuk mengatasi masalah ini, perawatan rambut yang dapat Anda gunakan adalah toner khusus rambut rontok.

Pengaplikasian toner adalah dengan meneteskannya di kulit kepala. Pijat secara halus untuk merangsang sirkulasi darah di folikel rambut supaya lebih sehat dan bisa menjaga ketahanan rambut.

6. Masker untuk Rambut Rontok

Perawatan rambut yang terakhir adalah masker rambut rontok. Masker rambut berbentuk krim yang bisa dioleskan dari kulit kepala sampai ujung rambut.

Saat ini sudah banyak masker untuk rambut rontok yang beredar di pasaran. Tapi untuk mendapatkan hasil terbaik, pilih masker rambut yang memuat bahan alami penyubur rambut seperti lidah buaya, ginseng, dan kemiri.

FAQ Tentang Rambut Rontok

Kapan rambut rontok berhenti?

Jangka waktu berhentinya rambut rontok dipengaruhi tingkat keparahan dan jenis perawatannya. Akan tetapi, umumnya dalam kurun waktu 6-9 bulan, rambut rontok akan berangsung pulih.

Rambut rontok gejala penyakit apa?

Rambut rontok bisa jadi gejala penyakit alopecia areata, stress yang tinggi, kanker (setelah rutin kemoterapi), dan kurap.

Apakah rambut rontok berbahaya?

Rambut yang rontok 50-100 helai sehari masih dianggap normal. Akan tetapi, rambut rontok dalam skala besar bisa menyebabkan kebotakan atau tanda penyakit tertentu.

Apa penyebab rambut rontok pada pria?

Penyebab rambut rontok pada pria meliputi kebiasaan merokok, keberadaan hormon DHT, dan penggunaan gel rambut yang terlalu sering.

Apa penyebab rambut rontok pada wanita?

Penyebab rambut rontok pada wanita dikarenakan menurunnya hormon pasca melahirkan, terlalu sering ganti gaya rambut, dan menopause.

Penyakit apa yang menyebabkan rambut rontok?

Ada penyakit-penyakit yang menyebabkan rambut penderitanya rontok, misalnya penyakit alopecia areata, efek kemoterapi dari kanker, dan ketidakseimbangan hormon.

Apakah rambut yang rontok bisa tumbuh kembali?

Dalam kondisi normal, rambut bisa tumbuh kembali setelah mengalami kerontokan. Supaya rambut bisa tumbuh cepat, perlu dirangsang dengan memberikan perawatan rambut yang tepat.

Baca juga: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kecantikan Kulit

Kesimpulan

Anda tidak perlu khawatir jika mengalami kerontokan rambut. Sebab, rambut rontok dengan jumlah di bawah 100 helai masih dianggap normal dan bisa tumbuh lagi dengan sendirinya.

Namun jika mengalami kerontokan parah, segera konsultasikan ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat. Jangan lupa rawat rambut dengan hair care, menghindari kebiasaan yang merusak rambut (misalnya mengingat rambut terlalu kencang, sering menggunakan alat pengering dan mewarnai rambut), mengurangi stres, serta menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kekuatan rambut.

Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai akhir, semoga informasinya bermanfaat. Berbagai informasi menarik lain seputar kesehatan juga bisa Anda dapatkan di Instagram Klinik Silvi Medika.

Artikel Terkait