Klinik & Apotek Silvi Medika

Apa itu Selesma? Kenali 8 Perbedaan Selesma dan Influenza

Apa itu Selesma?
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Email

Saat musim pancaroba tiba, banyak orang yang mengalami demam, sakit kepala, pilek, dan pegal-pegal. Hal tersebut terjadi lantaran virus yang menginfeksi tubuh bisa hidup di tempat yang lembab dan panas. Kumpulan gejala tadi sering dianggap sebagai influenza. Padahal ada penyakit berbeda dengan gejala serupa yang disebut selesma.

Selesma juga diakibatkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan. Meski mirip, tetap ada perbedaan antara selesma dan influenza yang perlu Anda ketahui. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, silakan baca artikel ini sampai selesai.

Apa itu Selesma?

Common cold juga biasa disebut pilek atau salesma merupakan gangguan yang sering terjadi pada alat pernapasan dikarenakan infeksi virus yang memengaruhi sistem saluran pernapasan atas. Orang yang pilek akan merasakan hidungnya tersumbat, berlendir, atau berair, bersin, dan tenggorokan gatal.

Selesma biasa muncul saat musim pancaroba dan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau melakukan perawatan dan pengobatan tertentu untuk mempercepat penyembuhan. Selama masa pengobatan, penderita selesma dianjurkan untuk menggunakan masker karena penyakit ini dapat menular.

Selesma pada Anak

seorang anak yang menderita selesma.
Seorang anak yang menderita selesma. Gambar oleh stockking di Freepik.

Penyakit yang disebabkan oleh virus seperti selesma bisa menyerang siapa saja yang memiliki sistem imun tubuh rendah seperti bayi dan anak-anak. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa anak usia di bawah 2 tahun adalah kelompok risiko tertinggi yang rentan terkena selesma. Bahkan kematian tertinggi akibat selesma terjadi pada bayi usia di bawah 6 bulan.

Pilek pada anak patut diwaspadai karena pilek membuat mereka dehidrasi dengan cepat. Pastikan mereka minum air mineral hangat untuk mencukupi kebutuhan air dan pereda sakit tenggorokan.

Selain itu, berikan balsam di dekat lubang hidung. Balsam yang hangat membantu meringankan pernapasan akibat pembengkakan di saluran hidung.

Penyebab Selesma

Selesma adalah penyakit akibat virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Selesma bisa disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus, tetapi virus yang paling umum adalah rhinovirus.

Virus ini bisa dengan mudah menyebar dari manusia ke manusia atau dari permukaan benda satu ke permukaan yang lain. Rhinovirus dapat hidup di permukaan benda selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Gejala Selesma

Setelah Anda terpapar virus penyebab selesma, beberapa gejala akan muncul dalam 1 – 3 hari. Selesma ditandai dengan munculnya gejala di beberapa bagian tubuh, seperti:

Gejala di Hidung

  • Hidung tersumbat;
  • Tidak bisa membau;
  • Berair;
  • Bersin;
  • Tetesan postnasal di bagian belakang tenggorokan.

Gejala di Kepala

  • Mata berair;
  • Sakit kepala;
  • Sakit tenggorokan;
  • Batuk;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala di Seluruh Tubuh

  • Mudah lelah;
  • Demam;
  • Pegal-pegal;
  • Pusing kepala;
  • Nyeri dada.

Gejala pilek biasanya berlangsung selama 7 – 10 hari. Tingkat keparahan selesma akan memuncak pada hari ke-5 dan itu akan berangsur-angsur membaik.

Obat Selesma

Karena pilek disebabkan oleh virus, pemberian antibiotik saja tidak akan bekerja maksimal. Antibiotik bisa efektif bila diberikan untuk mengobati infeksi bakteri. Beberapa obat dan perawatan yang dilakukan dapat mengobati gejala infeksi, tetapi tidak dapat mengobati infeksi itu sendiri.

Perawatan selesma terbagi dalam 2 kategori, yaitu konsumsi obat bebas dan perawatan di rumah. Berikut adalah penjabarannya:

Obat Bebas

Selesma dapat diobati dengan pemberian obat dekongestan, antihistamin, dan pereda nyeri untuk meredakan gejalanya. Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan resep obat-obatan yang tepat.

  • Dekongestan. Dekongestan adalah obat yang umum dikonsumsi orang yang sedang flu, influenza, atau pilek. Dekongestan dapat membantu meredakan hidung yang tersumbat.
  • Antihistamin. Antihistamin termasuk dalam golongan obat untuk meredakan gejala alergi. Antihistamin bekerja dengan cara memblokir zat bernama histamin di tubuh Anda. Konsumsi antihistamin pada penderita selesma dapat membantu mencegah bersin terlalu sering dan meredakan gejala pilek.
  • Pereda nyeri. Infeksi di dalam tubuh membuat sistem imun bekerja keras untuk melawan infeksi tersebut dengan cara melepas sel darah putih. Pereda nyeri atau obat antiinflamasi seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin dapat membantu Anda meringankan gejala nyeri tubuh, peradangan, dan demam.

Perawatan di Rumah

Ada banyak cara mudah untuk meredakan gejala selesma yang mengganggu. Pengobatan rumahan yang paling umum untuk meredakannya antara lain:

  • Berkumur dengan air garam. Seperti namanya, cara membuat air garam sangat sederhana. Anda hanya perlu melarutkan garam sebanyak 1 sendok teh ke dalam 500 ml air hangat. Setelah itu, kumur selama 20-30 detik. Health Line menjelaskan bahwa garam terbukti dapat mengunci air dan patogen berbahaya agar tidak masuk lagi.
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Penderita selesma berisiko mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan. Cairan tubuh bisa keluar lewat demam, keringat, batuk, dan lendir pilek. Supaya tidak terjadi dehidrasi, ada baiknya Anda mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Melalui laman Mayo Clinic, U.S National Academics of Sciences, Engineering, and Medicine menetapkan bahwa asupan cairan harian yang tepat adalah 15,5 gelas (3,7 liter) cairan sehari untuk pria dan 11,5 gelas (2,7 liter) cairan sehari untuk wanita.
  • Menggunakan vapor rub. Umumnya vapor rub yang dijual di pasaran mengandung kamper, menthol, dan eucalyptus oil. Ketiga bahan tersebut membuat vapor rub punya sensasi menyegarkan ketika dihirup. Ketika Anda pilek dan merasa sulit bernapas, hirup vapor rub atau oleskan di bagian dada dan leher. Aroma vapor rub dapat membuat reseptor otak merasakan bahwa Anda bisa bernapas dengan lega.
  • Istirahat yang cukup. Orang yang sakit dianjurkan untuk beristirahat cukup atau bahkan lama. Hal ini dikarenakan tidur membantu tubuh untuk menghemat energi untuk membiarkan virus hilang dengan sendirinya.

Persamaan Selesma dan Influenza

Baik selesma maupun influenza adalah 2 penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut bisa menyerang saluran pernapasan atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Keduanya sama-sama bisa menular lewat droplet yang keluar saat batuk, bersin atau berbicara.

Selain itu, gejala selesma dan influenza juga mirip. Penderitanya akan mengalami demam, nyeri, dan bersin-bersin.

Perbedaan Selesma dan Influenza

Selesma dan influenza adalah 2 penyakit yang berbeda, meski punya kemiripan. Selesma relatif tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Meskipun dalam kasus tertentu dapat menyebabkan infeksi telinga.

Sedangkan influenza yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi, seperti radang paru-paru dan bahkan kematian. Waspadai perbedaan keduanya dengan mencermati data di tabel berikut:

SelesmaInfluenza
Demam ringan (tidak lebih dari 38,5 ℃)Demam tinggi (Lebih dari 38,5 ℃)
Tidak selalu sakit kepalaSelalu sakit kepala
Hidung tersumbat dan berairHidung tidak tersumbat
Sering bersinJarang bersin
Batuk ringanBatuk parah
Nyeri ringanNyeri parah
Kelelahan ringanKelelahan ekstrim
Sakit tenggorokanTidak selalu sakit tenggorokan
Tabel perbedaan Selesma dan Influenza.

Penutup

Selesma atau common cold adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas. Penyakit ini diakibatkan oleh rhinovirus yang masuk ke tubuh dengan sistem imun rendah.

Tidak ada obat khusus yang bisa menyembuhkan infeksi virus. Akan tetapi, obat seperti dekongestan, antihistamin, dan anti nyeri serta perawatan sederhana di rumah dapat menghilangkan gejala selesma. Apabila pilek tidak hilang setelah seminggu, segera konsultasikan ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga informasinya berguna bagi Anda. Jika Anda ingin menemukan lebih banyak informasi seputar kesehatan, ikuti juga akun Instagram Klinik Silvi Medika.

Artikel Terkait