Klinik & Apotek Silvi Medika

4 Cara Mudah Mencari Skincare yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit

cara mudah Mencari Skincare yang Cocok untuk semua jenis kulit
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Email

Memiliki kulit sehat dan cerah pasti jadi idaman semua orang. Bahkan kini tidak hanya sehat dan cerah, namun beragam tren seperti glowing skin dan glass skin membuat sekelompok orang jadi terpacu untuk memiliki tampilan kulit putih bersinar bak artis Korea.

Menjawab tren ini, akhirnya banyak brand kecantikan mulai berbondong-bondong menjual rangkaian skincare. Meski mereka menawarkan berbagai keunggulan, namun Anda tidak boleh langsung tergiur.

Sebagai bagian tubuh yang paling sensitif, wajah harus dirawat dengan skincare yang sesuai dengan jenis kulit masing-masing. Jangan sampai Anda hanya terpikat dengan iklan dan harga, namun pada akhirnya menyesal karena masalah kulit jadi lebih parah.

Oleh karena itu, pilihlah skincare dengan formula khusus yang bisa menjawab kebutuhan kulit Anda. Lalu pertanyaannya, bagaimana cara mencari skincare yang cocok?

Berikut ini kami jelaskan mengenai cara mencari skincare yang cocok untuk kulit!

Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Kulit

Sebelum membahas mengenai cara mencari skincare yang cocok, maka kita harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi kulit. Karena ampuh tidaknya suatu skincare sangat bergantung pada kondisi kulit tiap individu.

Kondisi kulit setiap orang sendiri berbeda-beda, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Care Credit menjelaskan bahwa terdapat 6 faktor yang berpengaruh terhadap kondisi kulit dan pemilihan skincare.

1. Usia

mencari skincare yang cocok untuk setiap usia berbeda satu dengan yang lain
Potret orang tua dan anak. Gambar oleh cottonbro di Pexels.

Tiap kelompok usia butuh jenis produk skincare yang berbeda-beda. Carilah produk skincare yang cocok dengan usia Anda. Misalnya, anak remaja cenderung mudah berjerawat, sehingga skincare yang cocok adalah yang mengandung glycolic acid atau salicylic acid.

Sedangkan jika usia Anda sudah berada di atas 40 tahun, maka pilihan skincare yang cocok adalah skincare dengan formula retinol untuk melawan tanda penuaan.

2. Warna Kulit

Warna kulit putih pucat, sedang (sawo matang), dan gelap membutuhkan jenis skincare yang berbeda. Kulit putih pucat cenderung mudah terbakar, sehingga skincare yang cocok untuk mereka adalah tabir surya dengan nilai SPF 30-50.

Orang dengan kulit warna kulit sedang meski jarang terbakar namun mereka rentan dengan masalah kulit tidak merata. Sehingga Anda pemilik warna kulit sedang harus menggunakan rangkaian produk eksfoliasi, niacinamide, dan vitamin C.

Sedangkan warna kulit gelap lebih rentan mengalami hiperpigmentasi. Untuk mengatasinya, pakailah produk skincare dengan retionoid atau asam azelaic.

3. Jenis Kulit

Jenis kulit terbagi menjadi tiga tipe, yaitu jenis kulit sensitif, berminyak, dan kering. Jika Anda memiliki kulit sensitif, sebaiknya hindari produk yang mengandung alkohol dan pewangi, sekecil apa pun itu komposisinya.

Jika Anda punya kulit berminyak, skincare yang cocok adalah yang bisa mengecilkan pori-pori dan mengurangi produksi sebum seperti charcoal. Terakhir adalah jenis kulit kering. Pilih skincare dengan kandungan hyaluronic acid dan lidah buaya yang  bisa menghidrasi kulit.

Baca juga: Cara Sederhana Mengetahui Jenis Kulit Wajah

4. Masalah Kulit

Apakah Anda memiliki masalah kulit seperti eksim, jerawat, ruam, dan flek hitam? Perhatikan klaim yang ada di setiap produk skincare. Pastikan produk tersebut diproduksi khusus untuk menangani masalah kulit Anda.

5. Gaya Hidup

Kondisi kulit berkaitan erat dengan gaya hidup sehari-hari. Orang yang suka merokok cenderung memiliki kulit yang berkerut, karena elastisitas kulit menurun akibat kekurangan oksigen. Konsumsi obat-obat tertentu juga bisa berpengaruh terhadap pemilihan produk skincare.

6. Lingkungan

Hidup di negara tropis membuat lingkungan di sekitar kita jadi lebih hangat dan lembab. Bahkan di beberapa tempat, sinar matahari sangatlah terik sehingga bisa menyebabkan masalah kulit. Karena itulah orang-orang yang hidup di negara tropis perlu menggunakan sunscreen dengan minimal SPF 15 agar terlindungi dari sinar UV yang berbahaya.

Cara Mencari Skincare yang Cocok

Setiap kulit memiliki masalahnya masing-masing. Oleh karena itu terdapat beberapa cara untuk mencari skincare yang cocok untuk kulit Anda.

1. Ketahui Bahan-Bahan yang Ada di Skincare

Seorang dokter kulit spesialis kecantikan bernama Jennifer David menjelaskan bahwa cara mencari skincare yang cocok untuk kulit Anda adalah dengan mengetahui secara pasti bahan-bahan yang terkandung dalamnya. Setidaknya ada tiga poin yang perlu Anda cermati, yakni bahan yang sebaiknya ada, bahan yang harus dihindari, dan proporsi bahan dari tiap skincare.

Bahan-bahan yang Sebaiknya Ada

Gliserin

Gliserin merupakan salah satu bahan wajib yang ada di pelembab atau lotion. Hal ini dikarenakan gliserin termasuk zat humektan yang bisa melembabkan lapisan luar kulit. Sebagai bahan alami yang bekerja dengan mengumpulkan air di sekitar kulit, gliserin tidaklah berbahaya dan jarang ada yang mengeluhkan reaksi alergi.

Hyaluronic acid dan ceramide

Selain gliserin, hyaluronic acid dan ceramide juga termasuk bahan pelembab yang alami. Hyaluronic acid biasa ditemukan di serum, sedangkan ceramide melengkapi gliserin dalam produk lotion atau krim.

Vitamin C

Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa vitamin C merupakan antioksidan yang bisa melawan radikal bebas. Sehingga menggunakan skincare dengan kandungan vitamin C akan membantu memperlambat penuaan kulit, mencegah kerusakan akibat sinar matahari, menyamarkan bintik hitam, dan jerawat.

Penggunaan skincare dengan vitamin C memang aman digunakan setiap hari. Meskipun begitu, penggunaan vitamin C konsentrasi tinggi justru bisa menyebabkan iritasi.

Vitamin E

Vitamin E sama-sama menawarkan sifat yang mirip dengan vitamin C. Sehingga menggabungkan kedua vitamin ini bisa jadi kombinasi perawatan kulit yang sangat baik.

Retinol

Retinol adalah bahan utama dari rangkaian produk skincare malam. Zat ini bekerja untuk meregenerasi sel-sel kulit yang sudah mati dan merangsang pembentukan kolagen. Tak heran jika di pagi hari kulit akan jadi makin kenyal, setelah malam sebelumnya menggunakan skincare dengan kandungan retinol di dalamnya.

Niacinamide

Rata-rata formulasi niacinamide di tiap produk skincare adalah 2 atau 5 persen. Kandungan niacinamide sebesar 5 persen saja sudah mampu untuk mengobati kerusakan kulit dan menyamarkan noda hitam akibat paparan sinar matahari.

Bahan yang Harus Dihindari

Setelah mengetahui bahan-bahan apa saja yang sebaiknya ada di skincare, maka saatnya membahas mengenai bahan yang harus dihindari. Keberadaan 4 bahan ini bukannya dapat memperbaiki kulit, malah justru bisa merusak kulit di kemudian hari.

Parfum

Menggunakan wewangian sebaiknya cukup di badan saja, ya! Jangan sampai skincare untuk wajah ikut mengandung parfum juga. Karena parfum pada skincare bisa menyebabkan alergi dan iritasi kulit.

Sulfat

Sulfat adalah bahan pembersih yang sering ditemukan dalam sabun mandi dan sampo. Fungsi utamanya adalah membersihkan kulit rambut dari minyak. Keberadaan sulfat pada skincare juga dapat menyebabkan iritasi.

Paraben

Paraben merupakan pengawet kimia yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri. Meskipun begitu, penggunaan paraben dalam jangka waktu lama justru bisa mengganggu keseimbangan hormon dan berefek pada timbulnya kanker. Tetapi jangan khawatir, saat ini sudah banyak skincare yang mencantumkan label “Paraben Free” yang berarti skincare tersebut bebas dari kandungan paraben.

Formaldehid

Formaldehid adalah karsinogen atau zat pemicu kanker yang sudah dilarang digunakan untuk membuat skincare. Pastikan cek label di belakang kemasan untuk memastikan, apakah skincare yang akan Anda beli tersebut sudah bebas formaldehid atau belum.

Perhatikan Proporsi Bahan

Memperhatikan proporsi dari tiap bahan yang ada di skincare juga tidak kalah penting. Biasanya penulisan bahan di tiap produk skincare diurutkan berdasar tingkat konsentrasinya. Apabila ada bahan yang menyebabkan iritasi namun masuk ke urutan pertama, maka sebaiknya Anda menghindari produk tersebut. Karena bisa jadi bahan tersebut punya tingkat konsentrasi yang tinggi.

2. Lakukan Patch Test

Jika hendak membeli skincare baru yang belum pernah Anda coba sebelumnya, jangan ragu untuk melakukan patch test. Patch test adalah cara untuk memeriksa reaksi kulit terhadap kandungan di dalam skincare baru tersebut. Patch test adalah cara efektif menentukan skincare yang cocok untuk jenis kulit Anda.

Cara melakukan patch test cukup mudah. Oleskan sedikit skincare ke lekukan siku, lekukan lutut, atau belakang telinga. Pastikan bagian-bagian tersebut sudah dibersihkan dan kering. Tutup dengan perban, lalu biarkan selama 24 jam. Jika Anda alergi terhadap salah satu bahan dalam skincare, maka ketika perban dibuka, kulit akan terlihat kemerahan.

3. Jangan Beli Skincare Karena Sedang Tren Saja

Pernahkah Anda tergiur untuk membeli sebuah skincare hanya karena sedang hype atau tren saja? Meski sedang populer, tetapi Anda tetap harus mengutamakan keamanan dengan cermat memeriksa daftar bahan yang digunakan.

Bahkan produk luar yang fenomenal seperti St.Ives Apricot Scrub juga pernah mendapat tuntutan hukum karena menyebabkan reaksi merugikan pada konsumen mereka.

4. Tanyakan ke Ahlinya

seorang dokter melakukan pemeriksaan kulit untuk mencari skincare yang cocok.
Seorang dokter melakukan pemeriksaan kulit. Gambar oleh Gustavo Fring di Pexels.

Bagi Anda yang memiliki masalah kulit, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahli, yakni dokter dermatologi atau spesialis kulit sebelum membeli skincare. Saran ini sebaiknya dilakukan untuk menentukan skincare yang cocok untuk kulit Anda, terlebih bagi Anda adalah pemilik kulit sensitif yang mudah alergi terhadap kosmetik atau skincare baru.

Penutup

Mencari skincare yang cocok untuk kulit memang susah-susah gampang. Karena sebelum membeli skincare, Anda terlebih dahulu harus melakukan pengecekan kondisi kulit, meneliti kandungan bahan di dalamnya, melakukan patch test, dan berkonsultasi dengan ahli. Ingat, hindari bahan-bahan berbahaya serta jangan membeli skincare hanya karena sedang tren saja, ya!

Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai akhir, semoga informasinya bermanfaat. Berbagai informasi menarik lain seputar kesehatan juga bisa Anda dapatkan di Instagram Klinik Silvi Medika.

Artikel Terkait