Cara Cuci Muka yang Benar Agar Wajah Bersih dan Sehat

Cara Cuci Muka yang Benar
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Email

Cara merawat kulit wajah yang paling mudah adalah dengan cara mencuci muka. Meskipun sederhana,  cuci muka dapat mendatangkan banyak manfaat bagi kulit Anda. Mulai dari membersihkan kotoran, melembapkan, mengatasi jerawat, hingga mencegah timbulnya penuaan dini.

Sayangnya kesalahan saat membersihkan wajah justru dapat menyebabkan masalah kulit. Terlebih cuci muka di waktu yang kurang tepat juga dapat menyebabkan bahan aktif di produk pembersih muka tidak bekerja secara maksimal.

Oleh karena itu, pahami cara cuci muka yang benar dan ketahui waktu yang tepat untuk melakukannya lewat penjelasan di artikel kami berikut ini. Selamat membaca!

Waktu yang Tepat untuk Cuci Muka

Aturan dasar dari merawat wajah adalah mencuci wajah 2 kali sehari, yaitu di pagi hari sebelum beraktivitas dan di malam hari menjelang tidur. Hal tersebut berlaku bagi semua jenis kulit, baik yang normal, kering, berminyak, atau sensitif sekalipun.

Keterangan ini diperjelas oleh Julie Russak, seorang dokter kulit di Russak Dermatology Clinic. Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa cuci muka di malam hari dapat membantu mengoptimalkan proses detoksifikasi sedangkan cuci muka di pagi hari bertujuan untuk menghilangkan hasil detoksifikasi yang menumpuk semalaman.

Manfaat Cuci Muka Sebelum Tidur

Menurut Healthline, mencuci muka setiap malam lebih penting daripada cuci muka di pagi hari. Dengan mencuci muka di malam hari atau lebih tepatnya sebelum tidur, akumulasi debu dan polutan di kulit dapat dihilangkan. Akhirnya kulit pun menjadi bersih dan masih banyak manfaat lain yang akan Anda dapatkan dari mencuci muka.

1. Menghidrasi Kulit Supaya Tidak Kering

Jika Anda memiliki kulit kering, jangan ragu untuk menggunakan sabun muka. Sebab sabun muka tidak akan membuat kulit Anda semakin kering, dengan catatan sabun muka tersebut memiliki formulasi yang tepat.

Sabun muka yang mengandung asam hialuronat, aloe vera, dan asam laktat justru bisa menghidrasi kulit. Kulit yang semula kering, perlahan bisa beralih menjadi lebih kenyal dan sehat.

2. Mengontrol Minyak di Kulit

Minyak yang diproduksi secara alami oleh kulit bisa bertugas sebagai pelembap alami. Namun minyak yang terlalu banyak bisa membuat wajah kusam dan bahkan memicu timbulnya komedo.

Sabun muka yang mengandung teh hijau, niacinamide, gliserin, dan hyaluronic acid dapat membantu mengendalikan produksi sebum tersebut. Minyak di wajah pun bisa berkurang tanpa membuat kulit menjadi kering.

3. Mengurangi Potensi Munculnya Jerawat

Setelah beraktivitas di luar ruangan atau menggunakan makeup, permukaan kulit akan dipenuhi oleh kotoran-kotoran yang berasal dari polusi, debu, bahan kimia, dan masih banyak lagi. Jika dibiarkan, pori-pori wajah akan tersumbat kotoran dan menyebabkan munculnya jerawat.

Jadi gunakan sabun muka untuk memastikan tidak ada lagi residu yang tertinggal di wajah yang sudah dibersihkan menggunakan cleanser. Wajah pun akan bersih maksimal dan terhindar dari jerawat.

4. Melawan Tanda-Tanda Penuaan Dini

Bukan hanya orang tua, banyak anak muda yang mengeluhkan tanda-tanda penuaan di wajah mereka. Kondisi ini bisa terjadi jika kulit terpapar sinar UV serta radikal bebas lain dalam jangka waktu lama. 

Radikal bebas sendiri dapat merusak sel kulit sehingga menyebabkan munculnya keriput, flek hitam, dan garis halus.

Untuk melawan tanda-tanda penuaan dini, Anda bisa menggunakan sabun muka yang khusus mengatasi masalah penuaan. Di dalam sabun muka tersebut terkandung antioksidan serta vitamin E yang dibutuhkan kulit untuk menangkal efek radikal bebas dari kondisi lingkungan yang buruk.

5. Membersihkan Kulit Hingga ke Pori-Pori

Pori-pori yang kotor bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti jerawat dan komedo.

Oleh karena itu, mencuci muka dengan air saja tidak cukup. Anda perlu mencuci muka dengan sabun muka karena foam atau microbeads di dalamnya bisa menyerap dan mengangkat kotoran dari dalam pori-pori.

6. Membantu Mengoptimalkan Penggunaan Skincare

Rangkaian produk skincare yang Anda gunakan bisa bekerja secara maksimal jika sebelumnya kulit sudah dipersiapkan dengan baik. Persiapan yang dimaksud adalah dengan mencuci wajah supaya kulit menjadi bersih dan lembap.

Air di dalam kulit membantu mengunci kelembapan sehingga bahan aktif skincare dapat menyerap secara efektif. Sebaliknya, wajah yang kering berpotensi untuk menguapkan seluruh air di dalam kulit termasuk kandungan-kandungan skincare yang belum meresap sempurna.

7. Melancarkan Sirkulasi Darah

Saat mencuci wajah, Anda tidak disarankan untuk menggosoknya terlalu kasar, apalagi dengan gerakan yang acak-acakan. Sebaiknya, lakukan pijatan ringan dengan gerakan memutar di seluruh area wajah.

Pijatan tersebut bertujuan supaya sirkulasi darah bisa mengalir dengan lancar. Sirkulasi darah yang lancar merangsang lebih banyak produksi kolagen yang dapat meningkatkan elastisitas kulit hingga mengatasi kulit kering.

Cara Cuci Muka yang Benar

Walaupun tampaknya mudah dilakukan, mencuci wajah rupanya memiliki tahapan-tahapan tertentu. Hal ini bertujuan agar rutinitas mencuci wajah tidak sekadar membersihkan kotoran di permukaan, namun juga bisa mendatangkan hasil yang lebih baik bagi kulit Anda. Berikut adalah cara cuci muka yang benar:

Seorang wanita sedang mencuci muka.
Seorang wanita sedang mencuci muka. Gambar oleh Miriam Alonso dari Pexels.

1. Cuci Tangan Menggunakan Sabun

Cuci tangan sebelum mencuci muka merupakan hal penting yang sering disepelekan. Padahal, menyentuh wajah menggunakan tangan yang kotor berpotensi memindahkan bakteri ke pori-pori wajah, sehingga menyebabkan timbulnya jerawat.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Bahan kimia pada sabun dapat mematikan bakteri serta virus yang mungkin menempel pada tangan.

2. Membersihkan Wajah dengan Cleanser

Sebelum mencuci muka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghapus riasan dan mengangkat kotoran menggunakan cleanser. Jenis cleanser yang digunakan bisa bermacam-macam, tergantung kebutuhan. Ada makeup remover, micellar water, milk cleanser, dan masih banyak lagi.

3. Mencuci Muka dengan Sabun Muka

Selanjutnya cuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai jenis kulit Anda. Untuk jenis kulit kering dan sensitif, pilih sabun muka yang mengandung pelembap. Bagi yang kulit wajahnya berminyak, menggunakan sabun muka dengan kandungan glycolic acid, salicylic acid, dan niacinamide bisa jadi pilihan yang tepat.

Jangan terlalu banyak menggunakan sabun muka, karena zat kimia di dalamnya dapat mengiritasi kulit. Sebaiknya gunakan sabun seukuran ujung jari saja karena sudah bisa membersihkan seluruh wajah Anda.

4. Mengeringkan Muka

Setelah mencuci muka menggunakan sabun, jangan lupa untuk mengeringkannya menggunakan tisu. Gunakanlah tisu wajah yang lembut sehingga aman untuk kulit.

Alternatif selain tisu adalah menggunakan handuk bersih, yang berbeda dengan handuk yang Anda gunakan untuk mengeringkan anggota badan lainnya. Sebab, walaupun terlihat bersih, terdapat bakteri di handuk yang bisa berpindah ke wajah Anda.

5. Lanjutkan dengan Rangkaian Skincare Lainnya

Mencuci muka menggunakan sabun muka memang menawarkan banyak manfaat. Namun manfaat tersebut baru bisa bekerja secara optimal jika dikombinasikan dengan produk skincare lainnya. Jadi setelah wajah bersih dari kotoran, Anda dapat mengaplikasikan pelembap, toner, serum, pelembap, eye cream, sunscreen, dan lain sebagainya. 

Ciri-Ciri Sabun Cuci Muka Tidak Cocok

Banyaknya pilihan produk sabun muka yang ada di pasaran tentu membuat sebagian orang bingung memilih produk yang tepat untuk kulit mereka. Tak jarang produk sabun muka yang dipilih justru menimbulkan masalah kulit alih-alih membuat kulit menjadi semakin bersih dan sehat. Apabila kulit Anda menunjukkan tanda-tanda seperti di bawah ini, segera hentikan penggunaan produk sabun muka supaya tidak semakin parah.

1. Kulit Menjadi Kusam

Harapan memiliki kulit bersih justru bisa berubah menjadi semakin kusam karena kesalahan dalam memilih sabun muka. Masalah ini kemungkinan terjadi karena formulasi di dalam sabun muka tidak cocok untuk kulit Anda.

Kemungkinan lainnya adalah, produk tersebut memang tidak bisa bekerja maksimal dalam membersihkan kotoran. Sehingga akumulasi kotoran tersebut membuat kulit jadi lebih kusam.

2. Timbul Jerawat di Area Wajah yang Jarang Berjerawat

Jerawat hormonal cenderung muncul di area wajah yang sama secara berulang-ulang, misalnya di bagian dahi, hidung, dan dagu. Namun apabila setelah Anda menggunakan sabun muka baru lalu muncul jerawat di area wajah yang jarang berjerawat, waspadai sabun muka yang digunakan mungkin tidak cocok untuk kulit.

3. Kulit Terasa Kering

Mencuci muka menggunakan sabun muka bertujuan untuk mengontrol produksi minyak di wajah. Namun apabila kulit menjadi kesat atau kering hingga ada sensasi wajah ditarik, itu merupakan tanda bahwa kulit Anda tidak cocok dengan sabun muka tersebut.

Sabun muka tersebut mungkin memiliki pH terlalu tinggi sehingga membuat kulit terasa sangat kering. Ciri-ciri sabun muka ber-pH tinggi adalah sabun muka menghasilkan banyak foam atau busa ketika digosok menggunakan air.

4. Wajah Semakin Berminyak

Selain kulit semakin kering, ketidakcocokan menggunakan sabun muka juga bisa ditandai dengan kulit yang justru memproduksi lebih banyak minyak.

Kondisi ini bisa terjadi jika Anda yang kulitnya berminyak malah menggunakan sabun muka dengan kandungan minyak di dalamnya. Oleh karena itu, jika kulit Anda tergolong berminyak, pilihlah sabun cuci muka yang memiliki sifat oil free.

5. Kemerahan dan Iritasi

Zat kimia yang masih sering ditemukan di sabun muka adalah paraben, alkohol, dan parfum. Bagi pemilik wajah sensitif, zat-zat tersebut dapat menimbulkan rosasea dan iritas kulit lainnya.

Rosacea ditandai dengan warna kulit kemerahan, kering, dan rasa terbakar. Sedangkan iritasi bisa menyebabkan ruam dan dermatitis.

Munculnya iritasi dan kemerahan pada kulit menandakan Anda harus segera menghentikan penggunaan sabun muka jika tidak ingin wajah semakin breakout. 

Cuci muka dengan sabun muka yang tidak cocok dapat menyebabkan wajah iritasi.
Cuci muka dengan sabun muka yang tidak cocok dapat menyebabkan wajah iritasi. Gambar oleh freepik di Freepik.

FAQ

Berapa kali cuci muka dalam sehari?

Mencuci wajah hendaknya dilakukan 2 kali sehari, yaitu di pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari menjelang tidur.

Eksfoliasi dulu atau cuci muka dulu?

Sama seperti produk skincare lainnya, eksfoliasi sebaiknya dilakukan setelah Anda membersihkan muka menggunakan sabun cuci muka.

Maskeran dulu atau cuci muka dulu?

Sebelum mengaplikasikan masker, bersihkan wajah menggunakan cleanser dan sabun muka terlebih dahulu. Wajah yang bersih akan memudahkan bahan aktif pada masker menyerap ke kulit.

Pakai micellar water sebelum atau sesudah cuci muka?

Dalam aturan double cleansing, micellar water digunakan sebelum sabun muka. Micelles dalam micellar water dapat mengangkat makeup dan kotoran membandel yang tidak bisa dihilangkan begitu saja menggunakan sabun cuci muka.

Rekap dan Kesimpulan

Mencuci muka menggunakan sabun muka merupakan rutinitas perawatan wajah harian yang perlu dilakukan 2 kali sehari, yaitu saat pagi dan malam hari. Cara mencuci wajah diawali dengan cuci tangan menggunakan sabun. Setelah itu bersihkan makeup dan kotoran menggunakan cleanser. Kemudian gosok wajah secara perlahan menggunakan sabun muka.

Bilas dengan air dan keringkan muka menggunakan tisu wajah atau handuk bersih. Terakhir, aplikasikan rangkaian produk skincare yang biasa Anda gunakan.

Cuci muka dengan cara seperti ini dapat mendatangkan banyak manfaat bagi kulit Anda, mulai dari membersihkan kotoran, melembapkan, mengatasi jerawat, hingga mencegah timbulnya penuaan dini.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga informasinya bermanfaat untuk Anda. Berbagai informasi menarik lain seputar kesehatan juga bisa Anda dapatkan di instagram klinik silvi medika.

Artikel Terkait